Pengembaraan Si Bungsu part 1

Kala itu tepat pada tanggal 9 April 1994 di sebuah desa kecil di provinsi sulawesi tengah, lahirlah seorang anak laki-laki dari keluarga yang sederhana, dia merupakan anak bungsu, kelahirannya memberikan warna kebahagiaan dalam keluarga, dipenuhi kasih sayang dari orang tua, saudara dan kerabat lainnya, seiring waktu berjalan, satu persatu saudara pergi merantau ke pulau seberang yaitu pulau kalimantan. Semakin hari si anak laki-laki tumbuh menjadi anak yang periang yang menghadirkan kecintaan lebih sang ibu kepada si anak, sehingga ia tidak pernah di izinkan untuk bermain diluar rumah dan diluar dari halaman rumah. Tanpa terasa si anak ini telah berumur kurang dari 2 tahun saat itu terjadi guncangan cobaan untuk kelauarganya, saat itu terjadi bencana air laut pasang tinggi sehingga merusak rumah dan kediaman keluarga kecil ini yang memang berada di wilayah pesisir pantai. Namun hal itu tidak menyurutkan rasa kebersamaan keluarga ini mereka tinggal di sebuah pondok di kebun, kemudian mereka bersama dalam membuat tempat tinggal baru dengan bantuan dari pihak pemerintah, akhirnya mereka memiliki kembali tempat tinggal. 

Seiring waktu berlalu tanpa terasa anak bungsu ini telah berusia kurang dari tiga tahun, siapa yang akan menyangka jika keluarga ini di landa duka yang begitu besar, disaat itu sang ibu yang berjuang untuk melahirkan calon adik buat untuknya harus menghembuskan nafas terakhirnya bersama dengan bayinya, kepergian sang merupakan pukulan hebat untuk keluarganya, kesedihan, kehilangan menyelimuti keluarga kecil ini.

Sejak sepeninggalan sang Ibu, si bungsu dijaga dan di rawat oleh saudara perempuannya dengan penuh kasih sayang agar si bungsu tidak Kehilangan kasih sayang dari seorang ibu. Dengan bantuan sang kakak dalam merawat si bungsu sang ayah yang telah menjadi single parent  menjadi sedikit legah karena bisa bekerja untuk kepentingan keluarganya tanpa harus mengurangi perhatian kepada anak-anaknya terutama si bungsu. 

Bersambung........ Ke pengembaraan Si Bungsu Part 2

Komentar